UATB Rilis “Woman”, Tribut untuk Ita Martadinata
Usman and The Blackstones merilis single “Woman” sebagai lagu penghormatan untuk perempuan korban kekerasan, dengan kisah Ita Martadinata Haryono sebagai titik berangkat utama.
Lagu ini menempatkan memori sejarah sebagai inti cerita. Ita, yang disebut aktif bersama ibunya, Wiwin Haryono, dalam kegiatan Tim Relawan untuk Kemanusiaan pada masa tragedi Mei 1998, ditemukan tewas menjelang rencana memberi kesaksian di forum PBB. Kasus pembunuhannya masih belum terang.
Usman Hamid mengatakan draf lagu sempat dikirimkan kepada Wiwin. Menurutnya, “Woman” lahir karena terlalu banyak kisah perempuan seperti Ita yang lewat begitu saja, sehingga lagu ini menjadi pernyataan bahwa mereka tidak dilupakan.
Rilisan tersebut juga dikaitkan dengan ingatan atas korban kekerasan Mei 1998 dan peristiwa kekerasan lain yang disebut kembali muncul pada Agustus 2025. UATB menempatkan lagu ini sebagai penolakan terhadap pengingkaran kekerasan seksual massal Mei 1998, isu yang disebut masih berproses di Mahkamah Agung.
Secara musikal, “Woman” memadukan unsur pop dan folk lewat aransemen Kelana Halim, diperkuat permainan cello Setyawan. Louise Mercy terlibat sebagai additional vocal sekaligus co-producer, memberi lapisan perspektif perempuan dalam penggarapan lagu.